My Favorite Travel Quotes

"The world is a book and those who do not travel read only one page - St. Augustine", "I have found out that there ain't no surer way to find out whether you like people or hate them than to travel with them - Mark Twain", "If the traveler can not find master or friend to go with him, let him travel alone rather than with a fool for company - Budha", "Traveling is about the journey not the destination - Anonymous", "Traveling brings love and power back to your life - Rumi".

Selasa, 05 Maret 2013

A TRIP TO REMEMBER; MACAU-HONGKONG-TAIPA

Kami tiba di Macau pukul 8 malam waktu setempat. Bulan November cuaca di Macau berangin kencang dengan suhu lumayan dingin. Jaket tebal dan syal yang membelit leher sangat membantu menghangatkan tubuh. Perjalanan awal kami dimulai dengan kehebohan sesaat di airport Macau. Dikarenakan kondisi yang sudah kelelahan terbang selama 6 jam, otomatis penampilan sudah tidak lagi menjadi prioritas utama. Sialnya, rekan perjalanan saya mendapat pemeriksaan dari polisi bandara di Macau. Tidak puas memeriksa passport, mereka meminta rekan saya untuk memperlihatkan bukti booking online tiket pesawat. Rupanya mereka curiga rekan perjalanan saya ini TKI ilegal yang masuk ke Macau. Alamaakk…! Bikin kaget dan malu aja. Jadilah sepanjang perjalanan saya cerewet mengingatkan dia untuk sekedar memoles lipstick biar gak pucet-pucet amat dan meminta dia untuk segera mempensiunkan handbag "bali"-nya yang dengan cuek dia gendong dipunggungnya.

Selepas dari pemeriksaan mendadak yang katanya "random check" itu kami menumpang free shuttle bus ke Wynn hotel. Perjalanan dari bandara menuju Macau terasa menyenangkan dengan bus yang bagus dan relatif kosong, karena cuma kami berdua saja penumpangnya. Di airport Macau biasanya hotel-hotel besar menyediakan fasilitas free shuttle, dan meskipun kita bukan tamu hotel tersebut boleh saja kok naik bus gratisan itu. Tenang saja, supir tidak akan menanyakan apakah anda tamu di hotel tersebut atau bukan.

Dancing fountain didepan hotel Wynn
Tiba di Wynn hotel, tepat bersamaan dengan jadwal pertunjukan dancing fountain. Pertunjukan selama kurang lebih 15 menit itu menampilkan air mancur yang menari-nari dengan sinar laser yang memunculkan efek air mancur menjadi berwarna. Tidak hanya itu, gedung-gedung pun ikut memainkan lampu berwarna-warni. Beberapa kali letupan bola api keluar dari kolam. Keren banget deh.

Selesai pertunjukan air mancur kami memesan taksi menuju hotel. Pelajaran nomor satu bepergian ke negara yang tidak banyak menggunakan bahasa inggris dalam percakapan mereka adalah mencetak alamat hotel dengan tulisan negara setempat. Gara-gara hal ini, supir taksi gagal paham mencari alamat dan membawa kami ke pelosok Macau. Bisa dibayangkan, sudah tegang diperiksa polisi, sekarang mengalami ketakutan dan ketegangan dibawa ngebut oleh supir taksi yang gak ngerti bahasa inggris dan sepanjang perjalanan terima telfon sambil teriak-teriak gak jelas. Pikiran kami sudah buruk banget waktu itu, diculik dan dirampok!

Akhirnya taksi berhenti didepan sebuah hotel dan kami diminta turun! Beruntung resepsionis hotel mau membantu menjelaskan kepada supir taksi dan melihat muka kami yang pucat pasi campur ketakutan, si supir merasa gak enak hati dan mau mengantar kami kembali ke hotel yang dimaksud.

Setiba di hotel  yang dimaksud tanpa banyak basa-basi, setelah menyimpan barang-barang kami langsung menuju Senado Square yang berjarak hanya beberapa meter dari lokasi hotel kami menginap. Malam itu Senado Square terlihat  sangat romantis dengan cahaya lampu yang berwarna kuning keemasan. Setiap sudut di Senado Square membuat saya kembali jatuh hati akan keromantisannya.

Ruin of St. Paul.
Ruin Saint Paul
Malam itu kami makan malam di tangga Ruin of St. Paul. Di malam hari reruntuhan St. Paul terlihat cantik sekali. Fasad bangunan yang berwarna putih berdiri dengan anggun dan kokoh. Dahulunya bangunan ini merupakan gereja yang didesign oleh arsitek dari serikat agama katolik Italia dan dengan bantuan tukang batu dari Jepang. Gereja ini dibangun pada awal abad 17. Pada tahun 1835 sebuah kebakaran telah menghancurkan seluruh bangunan gereja kecuali bagian depan/fasadnya yang hingga kini masih kokoh berdiri. Ruin St. Paul merupakan tempat yang wajib anda kunjungi saat berada di Macau.

Sam Kai Vui Kun Temple.
Keesokan pagi, kami memulai perjalanan menjelajah obyek wisata yang ada di Senado Square. Mulai dari Sam Kai Vui Kun Temple atau dikenal dengan Kuan Tai temple. Aslinya bangunan ini merupakan tempat pertemuan para pedagang dan sangat penting bagi komunitas cina. Sebelum pembentukan kamar dagang cina di Macau pada tahun 1912, area disekitar kuil adalah pusat perdagangan cina di Macau. Setelah penurunan toko-toko, kuil mulai bangkit di kawasan ini. Kuil ini terletak di Rua Sul Do Mercado de Sao Domingos. Jam buka mulai dari 08.00 – 18.00, dan tidak memerlukan biaya masuk untuk berkunjung ke kuil ini.

Lou Kau Mansion.
Bangunan ini diyakini dibangun pada tahun 1889. Gedung ini dulunya merupakan kediaman keluarga Lou Kau, seorang pengusaha cina yang terkenal. Interior bangunan ini merupakan perpaduan timur dan barat dan didesign sesuai dengan feng-shui. Lou Kau mansion terletak di No. 7 Travessa da Se, jam buka 09.00 – 19.00, setiap hari kecuali hari Senin. Masuk ke Lou Kau mansion tidak dipungut biaya tiket masuk. Biasanya selesai berkunjung, para pengunjung akan distamp/ dicap yang bergambar Lou kau mansion. Sediakan selembar kertas putih untuk petugas memberi cap sebagai kenang-kenangan.


St. Dominic’s Church.
St. Dominic Church
Gereja ini dibangun pada tahun 1587 oleh pendeta dari Dominika. Ini merupakan gereja pertama yang dibangun di cina dan awalnya dibangun dari kayu. Konon di gereja ini sebuah peristiwa tragis pernah terjadi. Pada tahun 1644 seorang petugas militer yang mendukung Spanyol melawan Portugis dibunuh di altar pada saat misa. Bangunan berwarna kuning lembut ini terlihat sama cantiknya pada siang maupun malam hari.

The Cathedral Church
Merupakan gereja katolik yang didedikasikan untuk Maria Perawan Suci. Gereja ini dibangun pada tahun 1622 dan merupakan salah satu gereja katolik terpenting di Macau. Sebelum penyerahan Macau ke Cina, setiap Gubernur yang baru terpilih secara tradisi akan datang ke gereja katedral dan menempatkan tongkat kekuasaannya disamping patung Maria Perawan suci. Gereja ini beralamat di No 1 Cathedral Square. Dibuka setiap hari pukul 07.30 – 18.30

Leal Senado Building
Gedung ini dibangun pada tahun 1784. Aslinya merupakan kantor dewan kota Macau yang pertama. Hingga saat ini Leal Senado masih difungsikan sesuai aslinya. Nama Leal Senado (Loyal Senate) berasal dari judul “City of Our Name of God Macau, There is None More Loyal” yang dianugerahkan oleh Raja Portugis John IV pada tahun 1654. Bangunan Leal senado merupakan bangunan neo klasik yang hingga kini masih terjaga keutuhan aslinya hingga ke taman dibagian belakang gedung. Pada lantai pertama gedung ini terdapat ruang pertemuan upacara yang terbuka. Dari dalam ruang pertemuan ini, tepatnya dikaca jendela tengah pemandangan Senado Square terlihat jelas dan indah dengan lantai mozaiknya yang membentuk gelombang, khas Portugis. Saat saya berkunjung ke Macau bulan November, kota Macau sedang berhias menyambut datangnya natal. Gedung Leal Senado tidak ketinggalan ikut berhias diri. Mulai dari ralling tangga, jendela, langit-langit ruang hingga ke taman belakang terlihat cantik dengan sentuhan hiasan natal.
Menghabiskan waktu sekitar 4 jam untuk mengunjungi beberapa obyek wisata di sekitar Senado Square kami tak lupa mencicipi Macau Egg Tart yang terkenal sebagai makanan khas Macau. Rasanya yang manis, gurih dan hangat terasa nikmat ditengah gerimis pagi itu. Pukul 11 kami tiba di hotel dan check out untuk menuju Hongkong.

Fat Siu Lau Restaurant
African Chicken
Sebelum menuju Macau Ferry Terminal, kami sempatkan untuk makan siang di restaurant Fat Siu Lau 2. Sebuah rumah makan yang sudah berdiri selama 3 generasi dan terkenal dengan menu African Chicken. Setengah ekor ayam yang diberi bumbu ala afrika dan dipanggang dengan buah zaitun, nanas dan peach. Rasa rempahnya kuat sekali. Di Macau rumah makan Fat Siu Lau memiliki 3 cabang. Kalau anda mempunyai kesempatan berkunjung ke Macau jangan lewatkan untuk mampir ke rumah makan ini ya.



Tree of Prospherity

Sambil menuju Macau Ferry Terminal, kami sempatkan mampir ke Wynn Hotel untuk melihat atraksi Tree of Prospherity. Pertunjukan gratis yang diadakan oleh hotel Wynn ini selalu menjadi atraksi yang ditunggu-tunggu oleh tamu maupun pengunjung hotel. Pertunjukan selama 10 menit ini menyajikan permainan langit-langit hotel yang berukir lambang horoskop cina bergerak terbuka dan menurunkan sebuah lampu Kristal yang indah. Setelah lampu Kristal diturunkan, lantai tepat dibawah lampu akan terbuka dan memunculkan sebuah pohon dari dasar lantai yang disebut tree of prospherity. Pengunjung dipersilahkan untuk melempar uang koin kearah pohon kemakmuran agar mendapatkan keberuntungan.

Symphony of Lights

Symphony of Lights
Konon katanya, ke Hongkong tidak lengkap jika tidak menyaksikan Symphony of Lights. Pertunjukan yang diadakan setiap malam pukul 8 waktu setempat di pinggir laut ini dapat disaksikan dari sisi Tsim Sa Tsui atau dari Hongkong island (melihat ke arah Kowloon). Saya sendiri memilih menyaksikan dari Tsim Sa Tsui agar dapat mengunjungi Avenue of Stars di malam hari. Di Avenue of Stars terdapat tempat khusus untuk menyaksikan Symphony of Lights. Biasanya pukul 7 malam waktu setempat, pengunjung sudah memadati stage untuk mendapatkan posisi strategis menyaksikan Symphony of Lights.

Ladies Market
Surga belanja bagi shopaholic yang terletak di kawasan Mong-kok Kowloon. Aneka barang yang dijajakan mulai dari baju, sepatu, tas, asesoris hingga barang elektronik tumpah ruah hingga ke jalan yang sengaja ditutup uuntuk kegiatan pedangan. Suasananya yang mirip pasar Blok M semakin ramai ditambah dengan musik yang hingar bingar. Agaknya penduduk Hongkong semakin malam semakin aktif.

Avenue of stars

Handprint Maggie Cheung
Suasana Avenue of Stars di pagi hari lebih nyaman dibandingkan malam hari. Melihat kapal lalu lalang di pelabuhan Victoria dengan latar belakang gedung-gedung perkantoran terlihat kontras dengan birunya air laut dan putihnya awan. Menghabiskan waktu sekitar satu jam disini untuk melihat-lihat cap tangan dan tandatangan para bintang film Cina. Setidaknya saya berhasil menemukan handprint dan tanda tangan beberapa artis cina seperti Bruce Lee, Andy Lau, Chow Yun Fat, Jet Li dan teman-temannya.



Taipa

Puas mengabadikan beberapa gambar, kami melanjutkan perjalanan menuju Taipa! Ah kota yang sangat romantis sekali di bagian lain dari Macau. Perjalanan dari Hongkong menuju Taipa ditempuh dengan menggunakan Ferry. Disini kesalahan terjadi, seharusnya kami mengambil ferry menuju Taipa terminal, tetapi karena kurang informasi kami mengambil Ferry menuju Macau terminal. Tetapi disetiap kesalahan selalu ada hikmah yang didapat. Hikmahnya adalah karena salah ambil jenis Ferry, ternyata kami membayar untuk kelas executive yang mendapat fasilitas makan siang diatas Ferry dan mendapatkan layanan prioritas untuk exit dari kapal. Sesekali jadi VIP enak juga! Hahahhaa. Berkat salah jurusan pula, kami jadi “terdampar” di The Venetian Resort. Hotel yang besarnya luar biasa. The Venetian Resort merupakan hotel dan kasino terbesar didunia, dibangun dengan meniru desain kota Venesia di Italia lengkap dengan gondola dan troubadournya. Melihat kasino yang sebegitu luasnya, rasa ingin tahu mengundang kami untuk masuk kedalam Kasino terbersit keinginan untuk mencoba. Well, paling tidak hanya untuk memenuhi rasa keingintahuan saja. Setelah melihat-lihat aneka mesin didalam kasino, kami sepakat membatalkan keinginan mencoba, karena gak ngerti cara mainnya. Sudah berusaha nanya dan memperhatikan pengunjung lain tapi tetep aja gak ngerti.

Taipa Village
duduk disini terasa romantisbanget
Tiba di Taipa sore hari, setelah menyimpan barang-barang kami menuju Taipa village. Menurut saya disinilah pusat keromantisan dari seluruh penjuru Macau berada. Di desa yang kecil dan tenang, Taipa village menyimpan beberapa tempat bersejarah. Tin Hau Temple, Museum of Taipa and Coloane History dan House of Taipa. Di desa Taipa ini setiap sudut terlihat bersih, indah dan romantis. Taman-taman kota dilengkapi dengan kursi kayu yang nyaman dan lampu penerangan membuat kota ini terlihat cantik dan romantis. Di depan Tin Hau Temple terdapat penyewaan sepeda dengan harga yang murah banget, kalau dikurs ke rupiah hanya sekitar 20ribu saja. Dengan bersepeda saya mengelilingi desa ini, keluar masuk gang dan selalu terkesima dengan kebersihan dan keromantisannya. Seharusnya malam itu kami mencoba naik gondola, tetapi rencana itu kami batalkan. Masing-masing gak ada yang mau melalui hal paling romantis di Taipa bukan dengan pasangannya! Hahahaa. Nyebelin memang, saran saya kalau ke Macau bawa pasangan ya biar gak gigit jari menghabiskan waktu ditempat-tempat yang romantis.

Cafe Taipa
Portuguese Chicken yang lembut dan rich
Sebagai ganti naik gondola, kami memutuskan makan di Café Taipa. Tempat makan ini gak pernah sepi pengunjung. Setiap pengunjung keluar, selalu ada lagi yang masuk. Berbekal teori, makanan enak kalau banyak pengunjung kami memutuskan makan malam disana. Menu yang dipesan malam itu Chicken Portuguese, nasi dan lime squash. Ayam yang direndam dengan bumbu portugis, dibakar bersama potongan kentang dan buah zaitun terasa lembut dan rich baik ayam maupun kuahnya. Tempat makan ini sangat saya direkomendasikan untuk anda datangi jika berunjung ke Taipa. Kalau saya bandingkan harga dan rasa makanan di Macau jauh lebih bersahabat dan menggugah selera dibandingkan makanan di Hongkong. Ini menurut pendapat saya lho ya.
Pagi hari sebelum meninggalkan Taipa, kami sempatkan mengunjungi Taipa Village sekali lagi. Melihat desa ini di malam dan pagi hari menampilkan pemandangan yang berbeda. Hanya satu persamaannya, sama-sama terlihat cantik!

Akhirnya setelah beberapa hari berpetualang dari Macau, Hongkong dan Taipa kami harus pulang. Disaat kami sudah mulai beradaptasi dengan rute-rute bus dan MTR, waktu sudah habis. Selamat tinggal Macau, Hongkong dan Taipa. Saya masih ingin kesini lagi suatu hari nanti (dengan pasangan tentunya, ehmmm) dan kali ini saya ingin menjelajah wilayah lain dari Macau. Saya ingin menjelajah wilayah Coloane!









1 komentar:

  1. Astagfirullah.... musyrik tuh. Isitighfar yang banyak ya pak, supaya paham kalau ini blog tentang travelng bukan pengen KAYA MENDADAK.

    BalasHapus