My Favorite Travel Quotes

"The world is a book and those who do not travel read only one page - St. Augustine", "I have found out that there ain't no surer way to find out whether you like people or hate them than to travel with them - Mark Twain", "If the traveler can not find master or friend to go with him, let him travel alone rather than with a fool for company - Budha", "Traveling is about the journey not the destination - Anonymous", "Traveling brings love and power back to your life - Rumi".

Selasa, 05 Maret 2013

10 destinasi di Kuala Lumpur dalam 5 jam!

Menghabiskan 5 jam untuk berwisata disekitar Kuala Lumpur ternyata tidak begitu sulit. Setidaknya ada 10 destinasi yang bisa saya sambangi hanya bermodalkan brosur dan peta wisata saja. 

Tiba di Kuala Lumpur sekitar pukul 1 siang hari waktu setempat. Langkah pertama yang saya lakukan adalah singgah ke pusat informasi turis dan mengambil peta serta beberapa brosur. Baca brosur wisata dengan teliti dan seksama agar dapat menentukan tujuan wisata yang searah untuk menghemat waktu dan tenaga.

Setelah semalaman membaca brosur dan mempelajari peta, pilihan saya jatuh pada obyek wisata berikut ini: Sultan Abdul Samad, Masjid Jamek, Cathedral of Saint Mary The Virgin, Masjid India, Sri Maha Mariamman Temple, Sze Ya Temple, Pasar Seni, Petronas Twin Tower, Masjid Asy Syakirin dan KLCC Park. Caranya gampang, lihat informasi cara menuju lokasi wisata yang terdapat didalam brosur. Didalam brosur wisata biasanya dicantumkan bagaimana cara menuju kelokasi wisata lengkap dengan di stasiun LRT mana anda harus turun. Kelompokan obyek wisata berdasarkan lokasi LRT kemudian lihat jalur dari hotel tempat anda menginap menuju lokasi obyek wisata apakah ada obyek wisata yang terlewati dan dapat anda sambangi sambil lalu.

Gedung Sultan Abdul Samad - Masjid Jamek - Cathedral of Saint Mary The Virgin
Masjid Jamek
Keluar dari hotel  jam 7 pagi untuk memulai perjalanan kilat saya selama 5 jam di Kuala Lumpur. Bermodalkan peta dan informasi dari resepsionis hotel saya memulai petualangan sendirian. Tujuan pertama adalah Gedung Sultan Abdul Samad. Sayangnya pada saat itu gedung sedang ditutup karena sedang ada renovasi jadi saya tidak sempat mengambil gambar gedung ini. Dari Abdul Samad Building saya menuju Masjid Jamek. Lagi-lagi nasib sedang tidak beruntung. Kali ini Masjid Jamek ditutup karena sedang ada aksi demo damai menentang pemerintah Australia. Saya pun melanjutkan perjalanan menuju Cathedral of Saint Mary The Virgin yang ternyata letaknya berada di pintu samping Majid Jamek. Alih-alih masuk kedalam gereja, saya malah masuk ke area Masjid Jamek melalui pintu samping. Kali ini rejeki! Dari pintu samping ini saya dapat masuk kedalam taman dan bebas memotret Mesjid Jamek dari taman. Polisi yang bertugas pun tidak melarang saya mengambil beberapa gambar Masjid Jamek. Luar biasa indahnya Masjid yang memiliki arsitektur Mogul, wilayah India bagian utara Ini. Masjid Jamek yang dibangun pada tahun 1909 adalah Masjid tertua yang masih bertahan dikota Kuala Lumpur.Masjid ini resmi dibuka oleh Sultan Selangor pada saat itu. Puas mengabadikan keindahan Masjid jamek saya melanjutkan perjalanan.

Masjid India
Berjalan kaki sedikit, tibalah saya di Masjid India yang letaknya terselip diantara gang. Masjid bergaya India bagian Selatan ini pertama kali dibangun pada tahun 1863 awalnya berupa pondok kayu dan mengalami beberapa kali renovasi. Bangunan yang sekarang ini dibuka oleh Sultan Selangor pada tahun 1966.

Sri Maha Mariamman Temple
Sri Maha Mariamman Temple
Mengambil rute LRT dan berhenti di Pasar Seni Station dilanjutkan dengan sedikit berjalan kaki tibalah saya di Sri Maha Mariamman Temple. Kuil Hindu ini merupakan salah satu yang tertua di Malaysia. Dengan portico setinggi 22 meter terlihat sangat menawan dengan pahatan dewa-dewa Hindu. Memasuki bagian dalam kuil ini pengunjung diwajibkan untuk melepaskan alas kaki untuk menjaga kesucian area dalam kuil. Didalam kuil terdapat dewa Hindu Maha Mariaman yang dilapisi emas dan batu-batuan berharga.

Sze Ya temple
Hanya berjarak beberapa meter dari Sri Maha Mariamman Temple, saya tiba di Sze Ya Temple yang merupakan kuil Taoisme tertua di Kuala Lumpur, dibangun pada tahun 1864 oleh seorang Kapten dari Cina, Yap Ah Loy yang merupakan ketua komunitas Cina pada masa itu. Didepan kuil Sze Ya, terdapat patung Laksamana Cheng Ho dengan ukiran naga membelit pilarnya.

Pasar Seni/ Central Market
Berkunjung ke Kuala Lumpur tidak lengkap rasanya jika tidak ke Pasar Seni atau yang dikenal dengan Central Market. Gedung yang didesign oleh arsitek TY Lee adalah contoh dari bangunan bergaya Art Deco ditahun 1930an. Direnovasi dan dibuka kembali pada tahun 1986, gedung Pasar Seni adalah contoh bangunan bersejarah yang diadaptasikan untuk penggunaan lain. Saat ini Pasar Seni menjadi pusat kerajinan di kota Kuala Lumpur. Di Pasar Seni anda dapat menjumpai Es Teller 77 membuka gerainya dengan slogan Es Teler juara Indonesia. Rasa nasionalis saya langsung mengembang. Bangga banget rasanya melihat produk Indonesia ada di Pasar Malaysia, meskipun cuma es teler! dan saya yakin sih masih banyak produk Indonesia lainnya didalam pasar seni. Sayang saya gak punya cukup waktu buat mengubek isi pasar.

Petronas Twin Tower, KLCC
Petronas Twin Tower
Salah satu hal yang wajib dilakukan oleh turis di Kuala Lumpur adalah berfoto di Menara Kembar Petronas. Ini juga yang menjadi agenda wajib saya dan menduduki daftar urutan nomer 1 dalam things to do in Kuala Lumpur. Tips bagi anda yang ingin mendapatkan foto dengan latar Twin Tower yang pas, agar berjalan menaiki bukit dibelakang KLCC. Dengan berjalan sedikit, anda akan menemukan taman dengan jogging track. Didekat gazebo ada spot bagus untuk mengabadikan gambar anda dengan latar belakang twin tower secara utuh. memang perlu sedikit usaha untuk mendapatkan gambar yang indah. Selagi anda di Kuala Lumpur, mengapa tidak?

KLCC Park
Berjalan-jalan di KLCC Park terasa nyaman. Dengan rimbunnya pepohonan dan gazebo yang tersebar dibeberapa tempat membuat pengunjung betah berlama-lama duduk sambil mendengarkan kicauan burung. Bagi anda yang gemar berolahraga, jogging track di KLCC Park didesign nyaman untuk dilalui dengan beberapa water tab yang dapat anda minum langsung dari kerannya bila merasa haus.

Masjid Asy Syakirin
Tepat disebelah KLCC, terdapat Masjid Asy Syakirin yang memiliki kubah cantik. Masjid ini didesign oleh arsitek dari Uzbekistan. Keindahan Masjid ini saya yakin akan terlihat lebih menawan dimalam hari dengan latar menara kembar Petronas dan lampu-lampunya.
Selesai sudah petualangan 5 jam saya di Kuala Lumpur, tepat pukul 1 siang waktu setempat saya check out dari hotel dan bersiap menuju bandara untuk pulang ke Jakarta. Ternyata banyak juga yang dapat saya datangi hanya dengan 5 jam saja di Kuala Lumpur. Perjalanan solo juga membantu saya untuk cepat membuat keputusan dan menentukan sendiri seberapa lama saya ingin berada disuatu tempat. Jadi, jangan ragu untuk melakukan perjalanan sendirian ya, it's fun lho!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar