My Favorite Travel Quotes

"The world is a book and those who do not travel read only one page - St. Augustine", "I have found out that there ain't no surer way to find out whether you like people or hate them than to travel with them - Mark Twain", "If the traveler can not find master or friend to go with him, let him travel alone rather than with a fool for company - Budha", "Traveling is about the journey not the destination - Anonymous", "Traveling brings love and power back to your life - Rumi".

Rabu, 04 Juli 2012

Mardi Grass ala Solo Batik Carnival


Kostum tema Meta 2
Musik Drum band dengan irama yang menghentak-hentak menandakan pagelaran Solo Batik Carnival ke 5 segera dibuka. Solo Batik Carnival yang digelar pada tanggal 30 Juni 2012 berhasil memukau para penonton yang sudah menunggu sejak pukul 5 sore di stadion Sri Wedari. Solo Batik Carnival ke 5 menggusung tema Metamorphosis dengan konsep outdoor parade dan indoor performance dengan harga tiket mulai dari Rp25,000 hingga Rp200,000. Acara ini didukung sekitar 250 orang warga Solo yang telah menjalani proses seleksi terlebih dahulu sebelumnya.

Metamorphosis yang dimaksud adalah perjalanan atau tahapan proses pembatikan yang dimulai dari pengerjaan awal yaitu pembuatan pola pada kain putih/mori, dilanjutkan pada proses pemberian malam pada motif-motif yang telah digambar, kemudian kain batik yang telah melalui proses pewarnaan dan terakhir proses penghilangan malam atau disebut juga pelorodan sehingga kain batik sudah benar-benar jadi.

Tema inilah yang diterapkan pada visual kostum dengan arahan dimensi geometrik. Disamping arahan bentuk dimensi, juga pada kostum diterapkan motif-motif dan warna (sogan) batik tradisi Surakarta/Solo agar keunikan batik Surakarta tetap menonjol. Tema tersebut diselaraskan pula dengan penerapan make-up, koreografi dan properti-properti pendukungnya.

Sore itu cuaca kota Solo sangat bersahabat. Angin sore berhembus semilir dibawah langit yang perlahan memerah menuju senja. Kota Solo hari itu terlihat sibuk mempersiapkan pertunjukan akbar tahunan yang selalu menyedot perhatian warga maupun turis. Dibuka tepat pukul 18.30wib dengan atraksi 2 barongsai yang memukau. Selesai pertunjukan barongsai, puluhan remaja melakukan tarian kolosal dengan kostum batik.

Selanjutnya berturut-turut peserta carnival dengan kostum sesuai tema berurutan berjalan mengitari lapangan sambil menari-nari.
Meta 1: Peserta dengan tema meta 1 menggunakan warna pendukung perak, putih, hitam dan abu-abu dengan payet dan asesoris menuju warna-warna perak, pink, putih, abu-abu, hitam, merah dll. Tentu saja unsur batik tetap dipertahankan.

Meta 2: Dengan tetap mempertahankan unsur batik, peserta mengggunakan warna pendukung kuning, emas, krem, coklat, tembaga dengan asesoris , permata dan payet menuju warna-warna hijau muda dan tua, emas, coklat, hijau toska, tembaga, kuning, oranye dll.

Kostum Meta 3
Meta 3: Menggunakan warna pendukung biru muda atau biru tua (pilih salah satu warna) dengan asesoris, payet dan permata menuju warna-warna biru, ungu, emas, kuning, tembaga dll.

Meta 4: Menggunakan warna pendukung biru muda atau biru tua (bisa dikombinasikan keduanya, sehingga membentuk gradasi warna dalam satu kostum) dengan asesoris, payet dan permata menuju warna-warna silver, emas, ungu, biru, putih, hijau toska dll. 

Selesai melakukan pementasan indoor selama hampir 1,5 jam, seluruh peserta carnival berparade disepanjang jalan Slamet Riyadi dengan rute start dari Stadion Sri Wedari dan berakhir di Balaikota Solo.

Suasana parade peserta carnival berlangsung meriah dan heboh, rasanya seperti berada di planet luar angkasa melihat aneka kostum yang luar biasa kreatif dan unik. Beberapa kostum bahkan dilengkapi dengan musik dan lampu yang berwarna-warni. Tidak kalah dengan parade Mardi Grass di Rio De Janeiro, Brazil. Ribuan penonton yang sudah menyemut disepanjang Jalan Slamet Riyadi berkesempatan untuk berfoto dengan para peserta Carnival yang terdiri dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa. Warga yang berbaur dengan turis terlihat sangat antusias setiap kali peserta carnival keluar dari Stadion. Putri Indonesia 2011, Maria Selena dengan menggunakan kostum berwarna putih ikut memeriahkan acara pawai tahun ini.

Salut untuk kota Solo yang berhasil mempertahankan konsistensi pagelaran Solo Batik Carnival setiap tahunnya. Semoga tahun depan Solo Batik Carnival akan lebih semarak dengan tata musik yang lebih baik, kostum yang lebih heboh dan tiket yang lebih bersahabat harganya. Pertahankan konsep parade di jalan agar warga dapat menikmati aksi kreasi seni warga Solo.

Senin, 04 Juni 2012

5 aktifitas wajib di Ho Chi Minh

Selain mengunjungi bangunan cantik bergaya Eropa klasik dan museum bersejarah, ada 5 hal yang wajib (diantara 307 hal wajib lainnya)  dilakukan oleh wisatawan di Vietnam. Menyaksikan pertunjukan wayang air "Water Puppet", mengendarai Cyclo atau becak khas Vietnam, Dinner Cruise, Tur Mekong dan menikmati Pho, mie kuah khas Vietnam.

Sejak awal merencanakan perjalanan ini, Dinner Cruise, Water Puppet dan menikmati Pho berada dalam top list itinerary.  Orang Vietnam mengatakan jika belum menonton water puppet, maka dikatakan belum mengunjungi Vietnam. Mengendarai Cyclo dan Tur Mekong adalah bonus luar biasa yang tidak direncanakan.

Mengambil paket 3 in 1 yang ditawarkan oleh hotel seharga 260,000vnd untuk 3 jenis kegiatan: Water Puppet, Cyclo riding dan Dinner Cruise.
                                                                                   
Wayangnya terendam air
Water Puppet
Menempati ranking urutan 95 dari 307 hal yang harus dilakukan di Ho Chi Minh versi Lonely Planet, Water Puppet Theater merupakan pertunjukan wayang yang sangat atraktif. Bertempat di Golden Dragon Water Puppet Theater, pertunjukan selama kurang lebih 60 menit ini dimulai pada pukul 18.30 waktu setempat (tidak ada perbedaan waktu antara Ho Chi Minh dan Jakarta). Yang membuat pertunjukan wayang golek ala Vietnam ini menjadi unik adalah wayangnya terendam dalam air. Entah bagaimana cara menjalankan wayang didalam air dengan gerakan yang cepat, berputar dan kadang akrobatik. Meskipun tidak semua penonton mengerti bahasa yang digunakan dalam cerita wayang, namun secara keseluruhan cerita wayang dapat dimengerti melalui gerakan wayang. Luar biasa....

Cyclo Riding
Ranking 113 dari 307 hal yang harus dilakukan oleh wisatawan di Ho Chi Minh versi lonely Planet. Berjalan-jalan malam hari dengan Cyclo atau becak khas Vietnam sangat mengasikan. Dibandingkan dengan becak Jakarta, di Vietnam becaknya lebih mungil. Agaknya becak Vietnam didesain hanya untuk 1 penumpang saja. 

Cyclo berputar-putar didalam kota. Melewati rute-rute yang menjadi tujuan para wisatawan seperti Ho Chi Minh City Hall, Saigon Opera House, Notre-Dame Cathedral, Saigon Central Pos Office, Reunification Palace, War Remnants Museum dan berakhir di dermaga tempat cruise bersandar.

Pemandangan cantik sepanjang cruise
Dinner Cruise
Jawara ranking 1 dari 307 hal yang harus dilakukan oleh wisatawan di Ho Chi Minh versi Lonely Planet. Makan malam diatas kapal sambil berlayar menyusuri sungai Saigon adalah hal yang paling romantis di Saigon atau Ho Chi Minh City. Sambil menikmati vietnamese cuisine para penumpang dihibur oleh tarian tradisional Vietnam yang dibawakan oleh dua gadis cantik. Sementara diluar, pemandangan kota Saigon dimalam hari terlihat cantik dari atas kapal. Perlahan kapal bergerak menyusuri sungai dan kembali lagi menuju dermaga. Rupanya dinner cruise ini merupakan daya tarik bagi para wisatawan. Hal ini terlihat dari banyaknya perahu-perahu yang berlayar malam itu membawa penumpang untuk makan malam diatas kapal. Berbagai jenis kapal lalu lalang berpapasan. Perjalanan dinner cruise ini memakan waktu kurang lebih 2 jam.

Menyusuri sungai Mekong
Mekong Tour
Menduduki ranking 18 dari 307 hal yang harus dilakukan oleh wisatawan di Ho Chi Minh versi Lonely Planet. Terinspirasi oleh film-film perang bersetting Vietnam dimana Sungai Mekong selalu menjadi tempat yang banyak digunakan dalam adegan cerita membuat rasa penasaran akan kebesaran nama sungai Mekong. Hotel menawarkan paket Mekong Tour seharga 345,000vnd. Paket ini sudah termasuk antar jemput dengan mini bus ber A/C (penting, mengingat suhu di Vietnam yang sangat panas), Tour Guide, boat trips, buah-buahan dan makan siang. Kegiatan ini menghabiskan waktu seharian dari pagi sampai sore hari.

Pengalaman tak terlupakan menyusuri Delta Mekong dimulai dengan perjalanan menuju My Tho yang ditempuh dengan jarak waktu kurang lebih 2 jam dari Ho Chi Minh City. Setibanya di My Tho, motor boat sudah menanti untuk menjelajah beberapa pulau yang berada di delta sungai Mekong. Pulau-pulau tersebut antara lain: pulau Dragon, pulau Unicorn, pulau Phoneix dan pulau Turtle. Perahu boat berhenti dipulau yang paling terkenal, pulau Unicorn. Pulau ini terkenal sebagai penghasil madu. Aktifitas yang dilakukan di pulau ini adalah mengunjungi peternakan lebah dan mencicipi madu langsung dari sarangnya, mencicipi beberapa minuman anggur, mencicipi buah-buahan lokal dan...berfoto dengan ular python!!

Dari pulau Unicorn, berperahu sampan (1 sampan untuk 5 orang) menyusuri delta sungai Mekong menuju provinsi Ben Tre. Melihat kehidupan penduduk lokal disepanjang delta sungai Mekong merupakan pengalaman yang menarik. Ini bagian yang paling tidak terlupakan. Menyusuri sungai dengan lebar tidak lebih dari 4 meter dengan pohon palem memayungi disisi kanan dan kiri sepanjang sungai. Gambaran yang selama ini dilihat hanya di film-film perang Vietnam benar-benar nyata, ada dihadapan. Terbayang saat perang, tentara Vietnam harus menyusuri sungai ini tanpa menggunakan perahu untuk menghindari musuh.

Tiba di provinsi Ben Tre untuk mengunjungi pabrik pembuat permen kelapa secara handmade. Di tempat ini aneka macam penganan dibuat dari bahan dasar kelapa. Ada manisan, permen, keripik hingga minuman wine/anggur dari bahan dasar kelapa. 

Dari tempat pembuatan permen kelapa, beberapa dokar/ gerobak kuda sudah menanti. Dengan mengendarai dokar, wisatawan diajak keluar masuk perkampungan di provinsi ini untuk menuju tempat makan siang yang terletak ditengah perkebunan. Selesai makan siang dengan menu ala Vietnam, disediakan sepeda bagi yang ingin berputar-putar disekitar perkebunan. Perjalanan pulang dari provinsi Ben Tre dilakukan dengan menumpang perahu boat kembali menyusuri sungai Mekong menuju My Tho. Perjalanan yang sangat menyenangkan, puas sekali menyusuri sungai Mekong berkali-kali dengan menggunakan perahu boat maupun perahu sampan.

Oya, selama keluar masuk perkampungan, tidak terlihat satu orangpun duduk-duduk/ berkumpul sambil merokok. Yang terlihat adalah beberapa orang berkumpul didepan rumah sambil minum kopi bersama. Wooww.. positif!

Salut untuk pemerintah Vietnam yang memberdayakan pengusaha industri rumahan bermitra dengan pariwisata untuk maju bersama. Sampan-sampan dan dokar-dokar yang digunakan semuanya dijalankan oleh penduduk setempat. 

Beef Pho, Resto Pho 2000
Pho
Salah satu makanan khas Vietnam yang terkenal adalah Pho (dibaca: Feu). Makanan sejenis mie dari tepung beras ini diolah dengan kuah berkaldu dengan irisan daging dan sayuran diatasnya. Jenis-jenis kuah kaldu yang tersedia antara lain sapi, ayam, babi dan seafood. Orang Vietnam sangat menyukai daun mint, hampir disetiap masakan daun mint selalu diikutsertakan. Pho berkuah kaldu yang gurih menjadi segar dengan paduan daun selada, kol, tauge dan mint.

Di kota Ho Chi Minh ada satu tempat yang sangat terkenal untuk menikmati Pho. Tempat ini menduduki ranking 11 dari 307 hal yang wajib dilakukan oleh wisatawan saat berada di Ho Chi Minh versi Lonely Planet. Restaurant Pho 2000 menjadi terkenal namanya karena pernah disinggahi oleh Presiden Bill Clinton saat berkunjung ke Ho Chi Minh. Jika beruntung, anda bisa mendapatkan meja dimana Bill Clinton duduk untuk menikmati Pho. Restaurant ini terletak disamping Ben Thanh market, tempat yang terkenal untuk belanja oleh-oleh Vietnam.



Saigon, “Paris Phuong Đông” (Paris di Timur)

Pusat kota ini terletak ditepi Sungai Saigon, 60 kilometer (37 mil) dari Laut Cina Selatan dan 1.760 kilometer (1.094 mil) selatan Hanoi. Ditaklukan oleh Perancis pada tahun 1859, kota ini banyak dipengaruhi oleh Perancis selama pendudukan kolonial mereka di Vietnam. Hal ini terlihat dari banyaknya sejumlah bangunan bergaya klasik barat di kota ini yang mencerminkan pengaruh tersebut. Begitu banyaknya pengaruh Eropa sehingga Saigon dijuluki "Mutiara dari Timur Jauh" (Hon Ngoc Vien  Đông) atau "Paris di Timur" (Paris Phuong Đông).


Pada tahun 1975, Saigon digabungkan dengan provinsi Gia Dinh dan diubah namanya menjadi Kota Ho Chi Minh (meskipun demikian nama Saigon masih sering digunakan). Pusat kota ini terletak ditepi sungai Saigon, 60km dari Laut China Selatan.

Kota Ho Chi Minh adalah pusat ekonomi terpenting di Vietnam. Sekitar 300,000 usaha termasuk banyak perusahaan besar terlibat dalam industri teknologi tinggi, elektronik, pemrosesan dan industri ringan, juga dalam bangunan, bahan bangunan dan produk pertanian.

Berikut ini bangunan-bangunan bersejarah yang wajib dikunjungi di Saigon (sekarang dikenal dengan nama Ho Chi Minh City) yang banyak dipengaruhi oleh arsitektur gaya Eropa neo-klasik.


Ho Chi Minh City Hall
Ho Chi Minh City Hall atau Hotel de Ville de Saigon (Ho Chi Minh City People's Committee Head Offfice) dibangun pada periode tahun 1902 – 1908 dengan gaya kolonial Perancis. Pada tahun 1975 dinamakan menjadi Ho Chi Minh City People's Committee. Sayangnya gedung yang terlihat cantik baik disiang maupun malam hari ini tidak dibuka baik untuk umum ataupun untuk turis. Sebuah patung terdapat di taman asri didepan bangunan ini. Pagi hari merupakan waktu yang terbaik untuk mengunjungi gedung ini. Udara sekitar masih bersih dari polusi dan taman tampak indah dengan sinar matahari yang hangat. Malam hari anda akan mendapatkan pemandangan yang berbeda lagi. Gedung ini tampak terlihat cantik dengan lampu penerangannya.



The Saigon Opera House (Municipal Theater, Ho Chi Minh)
Melangkah beberapa meter dari Ho Chi Minh City Hall, terdapat The Saigon Opera House yang dalam bahasa Vietnam Nhà hàt Lòn Thành phò Hò Chi Minh (Gedung Opera/ teater kota Ho CHi Minh). Gedung cantik ini dibangun pada tahun 1897 oleh arsitek Perancis Ferret Eugene. Dahulu tempat ini dikenal sebagai French Opera House, dimana gaya bangunannya sengaja dibuat mirip dengan gedung Opera Garnier di Paris dengan pilar-pilar ala Yunani, namun dalam skala yang lebih kecil.


Gedung berkapasitas 800 kursi ini sempat dipergunakan sebagai gedung Dewan Majelis Vietnam Selatan hingga tahun 1956. Fungsinya dikembalikan lagi sebagai gedung teater pada tahun 1975 dan mengalami perbaikan pada bagian depan di tahun 1998 dalam rangka perayaan 300 tahun berdirinya kota Saigon. Gedung ini tampak cantik dimalam hari dengan  tata cahaya lampunya.


Gereja Notre-Dame Cathedral Basilica
Gereja ini terletak di pusat kota yang termasuk distrik satu dan memiliki nama resmi Basilica of Our Lady of The Immaculate Conception. Gereja ini disebut juga Notre-Dame karena kemiripannya dengan Katedral yang terkenal di Paris.


Gereja Notre-Dame Cathedral Basilica dahulunya merupakan “Gereja Saigon”. Sebuah gereja kayu kecil yang dibangun pada jaman penjajahan Perancis di tahun 1863 diatas tanah sebuah Pagoda Vietnam yang terabaikan. Rayap pada akhirnya menghancurkan struktur bangunan, yang sebenarnya terlalu kecil juga untuk ukuran sebuah gereja. Seorang arsitek Perancis bernama J. Bourad memenangkan kontes untuk mendesain ulang Gereja Saigon dengan menonjolkan desain neo-roman dan memulai konstruksinya pada tangal 7 Oktober 1877.

Gereja Notre-Dame Cathedral yang saat ini berdiri di kota Ho Chi Minh diselesaikan pembangunannya pada hari Paskah di tahun 1880. Saat itu menara lonceng kembar belum ditambahkan sampai pada tahun 1895 bersamaan dengan enam lonceng tembaga. Pada tahun 1962 gereja ini dinaikan statusnya dari nama Gereja Saigon Chief Cathedral menjadi Gereja Notre-Dame Cathedral Basilica.

Gereja ini pernah menjadi pusat perhatian ketika pada bulan Oktober 2005 sebuah patung, Mary perawan suci yang berada didepan gereja konon meneteskan airmatanya. Fenomena ini menarik perhatian ribuan orang sehingga menimbulkan kemacetan luar biasa dikota. Namun demikian Gereja katolik di Vietnam secara resmi mengeluarkan pernyataan bahwa patung tersebut tidak pernah meneteskan airmata, walaupun fenomena tersebut diakui kebenarannya oleh banyak saksi mata.

Kecantikan Gereja ini menjadikan tempat favorit bagi para pasangan untuk melakukan foto pre-wedding maupun melangsungkan pernikahannya disini. Bentuk bangunan yang bergaya Eropa dengan dinding bata yang berwarna merah menjadikan bangunan ini terlihat klasik dan elegan. Gereja ini masuk dalam agenda wajib para turis yang berkunjung ke Ho Chi Minh City. Pagi hari merupakan waktu yang tepat untuk mengunjungi tempat ini.

Kantor Pos Pusat Saigon
Bersebelahan dengan Gereja Notre-Dame Cathedral, anda akan menemukan sebuah bangunan yang sangat menarik baik eksterior maupun interiornya. Kantor Pos Pusat Saigon (dalam bahasa Vietnam: Bưu điện Thành phò Hò Chi Minh) adalah sebuah kantor pos di pusat kota Ho CHi Minh. Bangunan ini dibangun ketika Vietnam masih merupakan bagian dari Indochina Perancis pada awal abad 20. Gedung ini memiliki gaya arsitektur Gothic. Dirancang dan dibangun oleh arsitek terkenal Gustave Eiffel, gedung ini tampak serasi berdampingan dengan Gereja Notre-Dame. Kantor Pos Pusat Saigon juga termasuk dalam daftar gedung bersejarah yang wajib dikunjungi oleh wisatawan.

The White House of Saigon
Reunification Palace
Salah satu tempat yang wajib dikunjungi apabila berada di Saigon adalah Reunification Palace yang dalam bahasa Vietnam disebut Dinh Độc Lập. Dikenal sebagai Istana Kemerdekaan sebelum jatuhnya Saigon ke tangan komunis, Istana Reunifikasi dahulunya merupakan tempat kediaman dan pusat komando Jenderal Nguyen Van Thieu, Kepala Militer Junta yang menjadi berkuasa setelah Presiden Vietnam Selatan pertama tewas dibunuh.


Sebagai salah satu bangunan termegah di Saigon, gedung ini sering juga disebut "The White House of Saigon". Gedung ini terlihat anggun dengan halaman depannya yang luas dihiasi dengan air mancur. Istana ini dibangun pada saat pemerintah Vietnam Selatan berkuasa di Saigon pada awal tahun 1960an dan dirancang oleh arsitek Vietnam terkemuka Ngo Viet Thu. Disinilah tempat tinggal dan juga kantor Presiden Vietnam Selatan sampai tentara komunis Vietnam Utara akhirnya berhasil merebut istana ini pada tanggal 30 April 1975.


Dengan kemenangan Vietnam Utara, maka berakhirlah perang Vietnam dan tentara Amerika pun melarikan diri. Tanggal 30 April pun diperingati sebagai "The Fall of Saigon" dan menandai bersatunya kembali negara Vietnam. Tepat dihalaman istana terpajang dua buah tank yang digunakan oleh tentara Vietnam Utara untuk merubuhkan pintu gerbang istana ini. Untuk memperingati kejadian bersejarah itu, istana ini selanjutnya dijadikan museum dan disebut sebagai "Reunification Palace".


Bangunan yang memiliki 4 lantai dan 1 mezannine ini berisikan ruangan-ruangan yang dilengkapi dengan furniture antik berkualitas tinggi. Dari Sekian banyak ruangan, ada satu buah ruangan yang merupakan ruangan terbaik di istana ini. Ruangan untuk menerima tamu negara. Ruangan ini menjadi istimewa karena salah satu dindingnya dilukis tangan full dari atas hingga bawah. Dilengkapi dengan karpet tebal dan furniture sofa dengan upholstery putih menjadikan ruangan ini terlihat mewah dan elegan. Ruangan lainnya adalah ruangan pertemuan, ruan makan lengkap dengan dinning setnya, ruang bioskop, ruang bermain kartu, kamar tidur lengkap dengan furniturenya, perpustakaan dan ruang dansa berada dilantai paling atas.


Alamat Museum: 135 Nam Ky Khoi Nghia Street, Distric 1
Jam kunjungan Museum: 07.30 s/d 16.00, tutup untuk istirahat jam 11.00 s/d 13.00
Harga tiket: 30,000vnd, untuk naik touring car keliling istana dikenakan biaya tambahan 10,000vnd.
                                                                                       
Dibalik tembok batu ini tersimpan kekejaman perang Vietnam
War Remnants Museum
Museum ini disebut War Remnants Museum yang dalam bahasa Vietnam Bo tng chưng tich  chiện tranh. Terletak di distrik no 3 di kota Ho Chi Minh, museum ini pertama kali dibuka pada September 1975 sebagai bahan propaganda pemerintah komunis dan karenanya disebut sebagai  "The House for Displaying War Crimes of American Imperialism and the Puppet Government". Yang dimaksud dengan pemerintah boneka, tentu saja pemerintah Vietnam Selatan. Museum ini sempat berganti nama menjadi "Museum of American War Crimes", lalu "War Crimes Museum". Namun perubahan politik dan juga pemerintah Vietnam yang sudah lebih terbuka, nama museum ini akhirnya diubah menjadi War Remnants Museum hingga saat ini.


Konon selama perang Vietnam, 3 juta orang diklaim tewas (2 juta orang diantaranya adalah rakyat sipil), 2 juta orang menderita luka-luka dan 300,000 orang dilaporkan hilang. Ahh, perang...dimana-mana hanya menimbulkan duka dan penderitaan bagi rakyat.


Pada halaman luar museum, terdapat sebuah bangunan yang diberi nama "Tiger Cages" atau dalam bahasa Vietnam disebut Chung Cọp. Bangunan ini merupakan sel khusus dari penjara Con Dao. Didalam bangunan ini terdapat berbagai jenis alat-alat eksekusi bagi tahanan yang sangat mengerikan. Pada bagian lain, terdapat dua buah kurungan dari kawat berduri. Satu kurungan berukuran 2x1 meter dengan tinggi kurang lebih 50cm untuk diisi 4 - 6 orang tahanan. Kurungan lainnya berukuran sama dengan tinggi kurang lebih 60cm untuk diisi hingga 8 orang tahanan. Bagian lain dari sel berisikan foto-foto tahanan dengan kondisi fisik yang sangat mengerikan. Jujur saja, saya kurang nyaman berada disini. Aura kesakitan terpancar dari foto-foto yang terpajang.


Alamat Museum: Vo van Tan 28 street, Distric 3
Jam kunjungan Museum: 07.30 s/d 16.00, tutup untuk istirahat jam 11.00 s/d 13.00
Harga tiket masuk: 15,000vnd





Ho Chi Minh Museum
Museum Ho Chi Minh
Menempati sebuah gedung tua yang fisebut "Dragon House". Pada tahun 1863, Dragon House merupakan kantor pabean yang berlokasi tidak jauh dari Sungai Saigon.


Museum ini merupakan gallery foto-foto perjalanan hidup dari Ho Chi Minh yang terlahir dengan nama Nguyen Sinh Chung dan dikenal juga dengan nama Nguyen That Thanh. Nama Ho Chi Minh sendiri memiliki arti "Ho Sang Pencerah". Ho Chi Minh merupakan sahabat dekat Presiden Soekarno semasa hidupnya aktif berjuang untuk mengusir penjajah dari Vietnam dan berusaha mempersatukan Vietnam Utara dan Vietnam Selatan.


Museum ini juga menampilkan benda-benda pribadi Ho Chi Minh seperti baju, sandal, kartu ucapan, surat dan lain sebagainya. Beberapa patung Ho Chi Minh tampak menghiasi ruangan baik dilantai 1 maupun lantai 2. Terdapat pula foto-foto orangtua dan saudara dari Ho Chi Minh. Diluar gedung museum, terdapat taman yang asri dengan patung Ho Chi Minh berdiri tegak.


Alamat Museum: Nguyen Tat Thanh 1 street, Distric 4
Jam kunjungan Museum: 07.30 s/d 16.30 tutup untuk istirahat jam 11.00 s/d 13.00
Harga tiket masuk: 10,000vnd



Selasa, 22 Mei 2012

Romantisnya Ramayana dan Kecak di Pura Uluwatu

Kecak & epos Ramayana
Tari Kecak dalah sejenis tarian Bali yang paling unik karena tidak diiringi oleh alunan alat musik/ gamelan apapun. Tarian ini hanya diiringi dengan suara sekitar 70 orang pria dewasa.Tari ini berasal dari tarian sakral (Sang Hyang). Pada tari Sang Hyang seorang yang sedang kemasukan roh berkomunikasi dengan para dewa atau leluhur yang sudah disucikan. Dengan menggunakan si penari sebagai media penghubung para dewa atau leluhur dapat menyampaikan sabdanya. Mulai tahun 1930an epos Ramayana mulai disisipkan kedalam tari Kecak.

Epos Ramayana sendiri menceritakan tentang kejahatan Dewi Kakayi, ibu tiri dari Sri Rama, putra mahkota yang syah dari kerajaan Ayodya yang diasingkan dari istana oleh ayahandanya yaitu Sang Prabu Dasarata. Dengan ditemani adik laki-lakinya, Lesmana serta istrinya Dewi Shinta, Sri Rama pergi ke hutan Dandaka. Kehadiran mereka di hutan Dandaka diketahui oleh Prabu Dasamuka atau Rahwana seorang raja yang kejam. Rahwana terpikat oleh kecantikan Dewi Shinta dan berupaya menculiknya. Dengan dibantu oleh Marica yang menjelma menjadi kijang emas yang cantik dan lincah, Rahwana berhasil memisahkan Sri Rama,Lesmana dan Dewi Shinta. Rahwana dapat menculik Dewi Shinta dan membawanya kabur ke kerajaannya, Alengka Pura. Atas bantuan kera putih Hanoman beserta bala tentaranya, berhasil mengalahkan bala tentara Rahwana yang dipimpin oleh Megananda, putra Rahwana. Akhirnya Sri Rama dapat merebut kembali istrinya.

Tarian Kecak dengan epos Ramayana ini bisa anda saksikan di Pura Uluwatu. Perpaduan keindahan matahari terbenam dan tarian menghasilkan romantisme yang luar biasa. Pastikan anda tiba 1 jam sebelum tarian dimulai untuk menikmati keindahan senja bergerak menuju malam. Keindahannya tidak cukup dituangkan melalui tulisan, harus dirasakan. Secara langsung. Ini adalah kali kedua saya menonton di Pura Uluwatu, tidak menolak jika menyaksikan lagi dikemudian hari. Pesan moral buat yang single agar membawa sahabat atau rekan. Agak menyedihkan juga sih datang ke tempat ini buat para singlers, karena akan banyak pemandangan para pasangan yang bermesraan ditemani semburat senja yang indah. Tutup mata atau sibukan diri dengan memotret sunset saran saya. Buat yang berpasangan, silahkan pamer kemesraan karena memang disini tempat yang super romantis.

Minggu, 20 Mei 2012

Menengok Sejarah Jakarta di Museum Fatahillah


Gedung yang penuh sejarah

Museum yang terletak di jalan Fatahillah no 2 Jakarta Pusat ini dahulunya merupakan bekas bangunan balaikota yang dibangun pada tahun 1707 - 1710 atas perintah Jenderal Johan Van Hoorn. Bangunan abad 17 bergaya Neo Klasik ini berdiri diatas lahan seluas +/-1,300m. Museum Fatahillah memuat banyak benda-benda bersejarah mulai dari replika prasasti batu tapak, kendaraan tradisional becak, mebel-mebel antik, baju pengantin tradisional betawi hingga meriam fenomenal si Jagur yang konon memiliki kekuatan magis. Secara keseluruhan museum Fatahillah menceritakan sejarah kota Jakarta. Nama Fatahillah sendiri diambil dari nama seorang Panglima pendiri kota Jakarta yang dahulu bernama Jayakarta dan berubah menjadi Batavia dan kembali berubah menjadi Jakarta.

Gedung Museum Fatahilah dulunya merupakan gedung balai kota kedua. Selain digunakan sebagai stadhuis, gedung ini juga digunakan sebagai "Raad van Justitie" (dewan pengadilan). Hingga akhirnya berubah fungsi menjadi Museum Fatahillah pada tanggal 30 Maret 1974 diresmikan oleh Ali Sadikin, Gubernur Jakarta pada masa itu.
Begini cara hukum ala Kolonial. Hukum pancung!
Berada satu ruangan dengan meriam si Jagur, terdapat diorama proses hukum pancung yang jaman dahulu masih diberlakukan. Tampak 2 buah patung terdakwa dengan menggunakan tutup kepala hitam dan 1 buah patung petugas eksekusi berseragam lengkap dengan pedang di pinggang. Ngilu rasanya membayangkan jaman dahulu kala hukum pancung dilakukan dihadapan masyarakat banyak. Untunglah dijaman sekarang ini hukum pancung sudah ditiadakan. Kebayang gak sih, kalau ternyata ada kesalahan dalam memberikan hukuman, dan si terdakwa salah hukum sudah keburu dipancung? 

Meriam si Jagur
Museum Fatahilah terdiri dari 2 lantai dan 1 ruang bawah tanah. Lantai pertama berisi beberapa benda bersejarah, diorama, kendaraan tradisional dan sedikit furniture antik. Lantai 2 lebih banyak memuat furniture-furniture antik mulai dari tempat tidur, box bayi, lemari pajang, lukisan, meja rapat lengkap dengan kursi-kursinya. Dari balkon lantai 2 pengunjung dapat menikmati pemandangan sekitar Museum Fatahilah. Tepat diseberang museum terdapat kafe Batavia yang memiliki nuansa kolonial tempo dulu. Beberapa meter dari Kafe Batavia terdapat museum Wayang disebelah kiri, sementara di sebelah kanan terdapat bangunan kantor pos pusat kota Jakarta. Bagian ruang bawah tanah dahulu digunakan sebagai penjara. Sampai saat ini pengunjung masih dapat melihat bola-bola besi lengkap dengan rantainya yang biasa digunakan untuk merantai kaki para tahanan. Boleh percaya atau tidak, suasana di ruang bawah tanah masih terasa sekali horornya. Salut buat pengunjung yang berani mengambil paket wisata museum dimalam hari.



Tepat dibawah tangga adalah penjara bawah tanah


Saat ini museum Fatahillah tidak hanya sering dikunjungi oleh wisatawan mancanegara, namun wisatawan lokal mulai ikut melirik museum ini. Dihalaman depan museum, banyak terdapat penyewaan sepeda lengkap dengan topi gaya noni Belanda. Kalau enggan bersepeda, sah-sah aja menyewa sepeda dan topi hanya untuk berfoto. Gedung-gedung tua disekitar museum mendukung tema old colonial semakin kuat terlihat. Eh banyak juga lho yang buat foto pre wedding disini.

Saat ini pada malam hari, halaman depan museum Fatahillah berubah menjadi pasar malam bagi para pedagang kaki lima. Aneka barang dipasarkan disini mulai dari pernak pernik, tas, baju, sepatu dan lain-lain. Tak ketinggalan aneka sepeda kumbang lengkap dengan topi ala noni Belanda menunggu para pengunjung untuk berpose.

Museum Fatahillah buka setiap hari Selasa s/d Minggu jam 09.00wib s/d 15.00wib dengan harga tiket masuk Rp2,000/orang dewasa dan Rp600/anak. Hari Senin dan hari besar museum Fatahillah tidak dibuka. Yuk, kita mengenal kota Jakarta lebih jauh lagi dengan berkunjung ke museum Fatahillah. Jakarta bukan hanya milik orang Betawi saja, tapi kebanggaan seluruh masyarakat Indonesia. Setuju kan mpok dan abang? :)



Mengenal Batik Bali di Popiler Batik Factory

Terletak di Jalan Tohpati, Denpasar Bali tempat ini sepintas tampak seperti rumah tua biasa. Memasuki halaman rumah, tampak beberapa wisatawan asing turun dari mobil van. Dihalaman samping rumah yang disulap menjadi workshop, tampak tiga orang wanita paruh baya sedang membatik dengan menggunakan canting dan malam. Wisatawan asing dengan antusias memperhatikan setiap gerakan jari mereka yang lincah menorehkan malam diatas kain mori.

Selain batik tulis, Popiler juga menyediakan batik cap. Tampak didinding beberapa alat cap batik berjejer dengan rapih. Disini saya baru mengerti perbedaan antara batik tulis dan batik cap. Rupanya batik tulis itu memiliki motif yang besar-besar sedangkan batik cap memiliki motif yang lebih kecil dan berpola sejajar. Senangnya, bertambah lagi pengetahuan tentang batik :).

Dibagian dalam rumah merupakan gallery produk batik siap pakai berupa kain tenun, kain batik, aneka perangkat rumah hingga busana anak sampai dewasa. Batik tulis dihargai paling murah sekitar 700ribuan. Harga itu mungkin dirasakan tinggi jika dibandingkan dengan batik massal produksi pabrik. Namun harga tersebut pantas diberikan untuk sebuah maha karya yang dilakukan secara manual dengan penuh ketekunan dan ketelitian. Bagi saya memiliki selembar kain batik tulis jauh lebih berharga dibandingkan memiliki gadget terbaru. Gimana dengan kamu? :)



Jumat, 18 Mei 2012

Itinerary, penting ya?? *Bangeeedd*

Kebiasaan saya membuat rencana perjalanan atau itinerary sebelum melakukan perjalanan wisata menimbulkan pertanyaan buat salah seorang teman. Kenapa sih harus bikin itinerary, penting ya? IYA, buat saya itu penting banget. Sebelum berwisata ke suatu negara/kota biasanya saya mencari informasi selengkap-lengkapnya mengenai obyek wisata, hotel, rumah makan, public transport, cuaca, mata uang, tempat belanja dan lain sebagainya. Rasanya saya gak pede kalau bepergian tanpa itinerary ditangan. Biasanya itinerary yang saya buat dibuat secara rinci dari jam ke jam selama kegiatan berlangsung. 

Tapi yang namanya rencana, boleh aja dong berubah pada saat pelaksanaannya. Itinerary itu gak kaku harus bener-bener diikuti. Intinya memberikan panduan mau kemana dan ngapain. Contohnya nih ya, waktu trip ke Yogyakarta bulan Februari lalu, tiba-tiba aja teman saya menginformasikan adanya pertunjukan kabaret. Jadwal di itinerary saya waktu itu adalah menonton Ramayana Ballet di Pura Wisata. Karena saya sudah pernah melihat Ramayana Ballet di Prambanan maka saya memutuskan untuk mengganti dengan pertunjukan kabaret. Gak menyesal karena pertunjukan kabaretnya keren banget.

Pernah juga kesuatu tempat wisata, saya lupa memperhitungkan faktor cuaca. Akibatnya perjalanan jadi gak maksimal karena hujan turun terus menerus. Bete banget...secara untuk ke tempat itu saya harus menempuh perjalanan darat 10jam sajah!! bayangkan, gimana pegel dan tersiksanya pinggang ini. 

Contoh lainnya saat punya kesempatan ke suatu negara tahun lalu, asli saya gak persiapan banget. Diluar kebiasaan saya tidak melakukan browsing-browsing info tempat wisata dan sebagainya, ngandelin teman perjalanan yang sudah pernah kesana sebelumnya. Hasilnya? dari sekian banyak tempat wisata yang ada hanya beberapa tempat bersejarah dan sebuah kota disana yang sempat disinggahi. Nyeselnya gak ketulungan....! padahal saya jatuh hati banget sama kota itu. Alhasil karena keingetan terus, daripada galau berkepanjangan kemudian stres dan depresi (ok, ini agak berlebihan) akhir November ini saya memutuskan untuk kembali lagi kesana. Kali ini itinerary sudah ditangan, full dari jam 7 pagi sampai jam 12 malam setiap harinya hihihihi.... ogah rugi dong!

Salah seorang travel mate mengakui paling seneng kalau bepergian bersama saya. Dia udah gak usah pusing soal mau kemana, nginap dimana, makan dimana dan naik apa. Semua udah beres. Untungnya kami satu selera dalam hal bepergian ini jadi gak terlalu repot juga buat itinerarynya. Saking fasihnya saya membuat itinerary dari jam ke jam, pernah ada yang menyangka saya sudah berkunjung ke tempat itu sebelumnya. Padahal sih saya cuma berkunjung lewat internet hehehhee....jaman sekarang kan sudah canggih, info apapun bisa kita dapatkan dengan rajin browsing informasi yang diinginkan.

Cara membuat itinerary itu sebetulnya mudah. Cukup tentukan kota yang ingin dituju. Setelah itu gunakan search engine semisal google atau yahoo. Paling sering sih saya pakai google. Setelah mendapatkan beberapa referensi link, mulailah berburu artikel tempat wisata yang ada dikota tujuan. Banyak membaca review dari traveler lain akan sangat membantu. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat itinerary adalah: lokasi obyek wisata, jarak antar obyek wisata, jam buka/tutup, harga tiket masuk, aturan berbusana, cuaca setempat, transportasi, nilai tukar mata uang, wisata khas setempat. Ohya jangan lupa cek kalender wisata kota tujuan, siapa tau saat berkunjung bertepatan dengan festival tahunan kota tersebut. Hal penting lainnya adalah membawa peta dan kamus bahasa setempat atau catat kalimat-kalimat sederhana seperti terimakasih, maaf, selamat pagi dll. Ini berguna banget saat berkunjung ke suatu tempat dimana bahasa Inggris yang diklaim sebagai bahasa universal ternyata tidak menolong. Soalnya udah pernah kejadian. Mau minta baju yang sudah selesai di laundry aja sampe 1 jam lamanya. Segala bahasa isyarat sudah dikerahkan dan gak menolong juga! cukup bikin kapok :p

Sekarang udah paham ya pentingnya itinerary. Selamat memulai rincian perjalanan ya!