My Favorite Travel Quotes

"The world is a book and those who do not travel read only one page - St. Augustine", "I have found out that there ain't no surer way to find out whether you like people or hate them than to travel with them - Mark Twain", "If the traveler can not find master or friend to go with him, let him travel alone rather than with a fool for company - Budha", "Traveling is about the journey not the destination - Anonymous", "Traveling brings love and power back to your life - Rumi".

Tampilkan postingan dengan label Sumbar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sumbar. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 April 2011

Keindahan Tebing Ngarai Sianok


Ngarai Sianok, Bukittinggi. Sumatera Barat
Ngarai Sianok adalah sebuah lembah curam (jurang) yang terletak di perbatasan kota Bukittinggi. Jurang ini dalamnya sekitar 100 m membentang sepanjang 15 km dengan lebar sekitar 200 m dan merupakan bagian dari patahan yang memisahkan Pulau Sumatera menjadi dua bagian memanjang. Patahan ini membentuk dinding yang curam, bahkan tegak lurus dan membentuk lembah yang hijau.

Sepulang dari P. Sikuai saya transit dulu di kota Bukittinggi untuk mengunjungi keindahan Ngarai Sianok yang terkenal itu. Bentangan ngarai yang berkelok-kelok dengan tebing yang curam membuat perpaduan pemandangan alam yang luar biasa indah. Udaranya pun jauh lebih sejuk dibandingkan dengan kota Padang yang panas. Ngarai ini menjadi lokasi wisata favorit para pencinta fotografi karena pemandangannya yang cantik.
Selain Ngarai Sianok, kota Bukittinggi juga terkenal dengan sate Padang Mak Syukur. Hmmm....selagi disini, wisata kuliner juga harus dijalankan :p. Memang benar rasa sate Mak Syukur berbeda dengan sate Padang lain yang ada dikota saya. Perbedaan terletak pada bumbu kuah satenya. Lebih terasa pedas dan bumbunya, maknyuuss...
Malam harinya saya berkeliling kota Padang. Saat itu kota Padang baru saja di guncang gempa 7,6 SR dan mengalami kerusakan yang cukup parah. Hotel bintang tiga yang berada di kota Padang, Hotel Ambacang,  juga ambruk dan rata dengan tanah. Sementara bangunan lainnya banyak juga yang mengalami kerusakan cukup parah.
Kota Padang yang berada disisi pantai membuat rumah makan seafood menjamur di sepanjang jalan. Kepiting saus padang jadi incaran saya untuk makan malam. Makan disisi pantai, dengan angin semilir membuat mata saya menjadi semakin berat. Aaahh, ingin segera berjumpa dengan bantal rasanya. Sayang hari itu perburuan saya gagal untuk mencari keripik sanjay (sejenis keripik singkong yang diberi bumbu pedas). Keripik sanjay yang terkenal di kota Padang adalah Christine Hakim. Katanya sih itu memang usaha keripik sanjay milik artis nasional Christine Hakim. Hmm...satu lagi alasan bagi saya untuk kembali ke kota Padang. Menuntaskan perburuan yang gagal, keripik sanjay! ;-)

Selasa, 12 April 2011

Hidden Paradise, Sikuai Island


Pantai Sikuai
 Tidak salah jika banyak orang menjuluki Sikuai Island sebagai surga yang tersembunyi. Pulau sikuai adalah pulau yang private, satu satunya yang mempunyai resort dan sering disebut “ New sikuai Island Resort”, dengan membutuhkan waktu sekitar 45 menit dari pelabuhan Muaro Padang, dengan kapal cepat. Luas kawasan sekitar 44,4 Ha, 2,4 ha untuk resort dan sisanya adalah hutan alami dan pantai pasir putih.

Sikuai, satu dari 19 pulau yang termasuk dalam wilayah administratif Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), tepatnya di Kecamatan Bungus Teluk Kabung seluas 38,6 Kilometer persegi atau sekitar 40 hektar.
Saya berkesempatan mengunjungi pulau indah ini pada akhir Mei 2010 tahun lalu. Perjalanan dari pelabuhan Muaro, Padang menuju P. Sikuai melewati Teluk Bayur (jadi ingat ada satu lagu lama yang judulnya Teluk Bayur) dan makam Siti Nurbaya yang terletak diatas bukit. Saat kapal melaju ditengah laut, beberapa ikan tampak berloncat-loncatan seakan mengejar laju kapal. Tarif penginapan di Sikuai Island memang cukup mahal, tapi sesuai dengan suguhan pemandangan yang bisa kita nikmati. Pantainya yang bersih dengan pasir putihnya, airnya yang terlihat jernih sehingga terlihat jelas gradasi warna air. Kita bisa snorkeling untuk melihat terumbu karang dari jarak yang dekat dari pinggir pantai. Selain itu kita juga bisa mengunjungi pulau-pulau kecil yang ada di sekitar Pulau Sikuai dengan menyewa perahu boat seharga dua ratus ribu rupiah. Ditengah-tengah perjalanan biasanya perahu akan berhenti, memberikan kesempatan buat penumpang untuk menikmati pemandangan bawah laut yang luar biasa. Terumbu karang dan ikan-ikan kecil yang cantik warnanya berseliweran kesana-kemari. Bukti nyata kekuasaan Tuhan Maha Pencipta dunia beserta isinya.

Kawasan listrik ini menggunakan mesin generator sebagai sarana penerangan dan listrik. Untuk berhemat, pengelola melakukan pemadaman listrik mulai pukul 7 pagi hingga siang hari. Selain aktifitas air pengunjung juga bisa berjogging keliling pulau karena tersedia jogging track, bersepeda (ada penyewaannya) atau berenang di kolam renang resort Sikuai.
Semalam di Sikuai rasanya gak puas banget. Saya berjanji dalam hati, untuk datang kembali ke tempat ini. Someday....itu pasti!