My Favorite Travel Quotes

"The world is a book and those who do not travel read only one page - St. Augustine", "I have found out that there ain't no surer way to find out whether you like people or hate them than to travel with them - Mark Twain", "If the traveler can not find master or friend to go with him, let him travel alone rather than with a fool for company - Budha", "Traveling is about the journey not the destination - Anonymous", "Traveling brings love and power back to your life - Rumi".

Tampilkan postingan dengan label Singapore. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Singapore. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Maret 2013

LIBURAN SEKOLAH, AJAK SI KECIL BERPETUALANG KE SINGAPURA

Liburan sekolah biasanya orangtua sibuk mencarikan tempat berlibur bagi anak-anaknya. Tidak ada salahnya mengajak si kecil berpetualang ke negeri tetangga jika dananya memungkinkan. Selain memberikan tambahan wawasan, si kecil akan belajar tentang budaya dan kebiasaan negara setempat.
Singapura sebagai salah satu negara tetangga terdekat dari Indonesia memiliki banyak sekali wisata dan wahana untuk anak-anak. Berikut ini tempat-tempat yang layak untuk anda jelajahi bersama buah hati tercinta. Jangan lupa membawa bekal makanan dan minuman dalam kemasan botol serta lotion anti ultra violet mengingat udara di Singapura cukup menyengat.

Merlion Park
foto wajib didepan Merlion
Ini merupakan tempat nomor satu yang wajib ada didalam daftar perjalanan anda. Abadikan foto si kecil dengan latar belakang patung binatang bertubuh ikan berkepala singa yang menjadi lambang negara Singapura. Usahakan mendatangi tempat ini pada siang dan malam hari untuk mendapatkan hasil yang berbeda. Malam hari pukul 08 malam waktu setempat terdapat pertunjukan light spectacular. Gedung-gedung disepanjang sungai Singapura memainkan pertunjukan sinar laser selama 15 menit. Pastikan anda tidak melewati pertunjukan light spectacular yang diadakan gratis bagi warga Singapura dan turis mancanegara.

Singapore River Cruise
Menyusuri sungai Singapura dengan perahu kayu di sore hari sangat mengasikan. Perahu berjalan diantara gedung-gedung tinggi sambil memutarkan video mengenai sejarah bangsa Cina mendarat di Singapura. Anda dapat memilih beberapa titik destinasi dan keberangkatan yang berbeda-beda. Biarkan si kecil merasakan sensasi perjalanan menyusuri sungai singapura dan anda dapat mengabadikan ekspresinya melalui kamera.

China Town
Tooth Relic Temple. Sebuah kuil cina yang besar terletak dikawasan cina town. Kuil yang memiliki 4 lantai ini terlihat terawat sekali. Lantai 1 digunakan untuk tempat menyimpan aneka patung dewa dan peribadatan. Lantai 2 digunakan sebagai tempat peribadatan, lantai 3 dipenuhi bilik-bilik berisi patung Budha, berfungsi sebagai museum juga dan lantai 4  adalah aula peribadatan yang paling luas. Disini anda dapat memberikan pemahaman keanekaragaman agama, tempat ibadah dan tata cara ibadah kepada si kecil. Pemahaman yang dapat silihat langsung oleh si kecil.

Tintin Shop.
Jika si kecil penggemar serial Tintin, tidak ada salahnya untuk mengunjungi took khusus barang-barang Tintin yang terletak didalam pasar China Town ini. Aneka merchandise bergambar Tintin dan rekan-rekannya memenuhi seisi penjuru toko.

China Town Museum
Museum ini menceritakan asal muasal bangsa Cina mendarat di Singapura dan bagaimana mereka memulai perjalanannya untuk kemudian menetap di Singapura. Museum yang memiliki 3 lantai ini menceritakan secara lengkap sejarah pperjuangan bangsa Cina yang memulai pengembaraannya dengan kapal kayu dengan berbekal seadanya. Didalam museum terdapat kamar-kamar yang setiap isi kamar menceritakan kehidupan bangsa cina pada masa itu sesuai dengan pekerjaan mereka. Sekali lagi ini merupakan pengetahuan yang menarik bagi si kecil.

Garden by The Bay

sensasi super tree
Merupakan salah satu tempat wisata terbaru di Singapura yyang pada tahun 2012 dikunjungi oleh Pangeran William dan Kate Middleton. Disini anda dapat mengajak si kecil untuk menguji keberanian menaiki super tree dan berjalan-jalan diketinggian…meter untuk melihat kota singapura daari atas. Jangan lupa untuk mengabadikan gambar si kecil dengan latar belakang kota singapura. Didalam garden by the bay juga terdapat aneka taman dengan tema Negara-negara. Misalnya saja Taman Malaysia, Taman jepang, Taman China dan lain-lain. Setiap taman memiliki jenis tanaman sesuai dengan tema negaranya. Bagi anda yang ingin merasakan sensasi kebun bunga ataupun hutan belantara dapat memasuki wahana khusus dengan membeli tiket tambahan.

Red Dot Museum
Bangunan berwarna merah ini terlihat cantik dengan jendela-jendelanya yang kontras berwarna putih. Disalah satu sisi luar bangunan terdapat ayunan yang dihiasi tanaman rambat. Red Dot museum merupakan tempat pameran bagi para pemenang desain. Menampilkan ribuan aneka desain yang unik dan kreatif.

Singapore National Museum
Berlokasi di jalan Stamford, merupakan museum tertua di Singapura. Berfungsi sebagai ruang pameran dan artefak. Museum ini terbagi menjadi dua yaitu Singapore History Gallery dan Singapore Living Galleries yang terbagi menjadi 4 tema yaitu: galeri fashion, galeri makanan, galeri fotografi dan galeri wayang & film.

Masjid Sultan
Masjid yang terletak di kampung Glam ini dibangun pada tahun 1824 sampai 1826 memiliki sejarah unik tentang kubahnya. Anda dapat menceritakan keunikan cerita masjid sultan kepada si kecil.
keunikan pertama adalah warna list hitam pada kubah ternyata terbuat dari dasar botol kecap. Keunikan kedua adalah seekor burung nuri menjatuhkan rantingnya pada kubah dan beberapa hari setelah itu terjadilah perpecahan di singapura. Keunikan ketiga adalah masjid tersebut pernah dibom sebanyak 3 kali tetapi tidak ada satupun bom yang mengenai bangunan masjid. Sungguh suatu cerita luar biasa yang patut anda ceritakan kepada si kecil.

Sentosa Island
Berlibur ke Singapura jika tidak mengunjungi pulau sentosa terasa tidak lengkap. Pulau sentosa merupakan surga wahana permainan anak-anak. Mulai dari cable car, universal studio, taman burung, songs of the sea dan masih banyak wahana lainnya. Sediakan waktu satu hari penuh untuk memuaskan petualangan si kecil. Khusus untuk Universal Studio, ada baiknya anda mengecek terlebih dahulu aturan tinggi badan untuk setiap wahana. Jika tinggi badan anak anda kurang dari ketentuan yang diminta, sebaiknya jangan memaksakan diri untuk membawanya ke Universal Studio karena masih banyak tempat wisata lain yang patut anda kunjungi.

Angry Bird Cable Car
Si kecil bbertopeng angry bird
Merupakan wahana terbaru di Singapura dan diclaim sebagai cable car angry bird pertama di dunia. Cable car bergambar angry bird ini dilengkapi dengan bantal besar berbentuk angry bird, video angry bird, dan setiap pengunjung diberi topeng dan minuman soft drink digelas angry bird yang dapat dibawa pulang. Biarkan si kecil meluapkan kegembiraan menaiki cable car sambil memeluk bantal dengan tokoh karakter kegemarannya.

Pantai Marina
Pantai yang bersih ini dapat dikunjungi secara gratis oleh siapa saja yang berkunjung ke pulau sentosa. Aktifitas yang dapat dilakukan si kecil adalah berenang dan bermain pasir. Sambil menunggu jam pertunjukan Songs of The Sea, menghabiskan waktu di pantai Marina dapat menjadi alternatif yang menyenangkan.

Songs Of The Sea
Merupakan pertunjukan musical selama 1 jam yang mampu membius si kecil dengan aneka tarian, lagu dan teknik animasinya. Songs of The Sea menceritakan kisah seorang putri yang dikutuk tertidur oleh peri jahat dan hanya dapat dibebaskan oleh nyanyian merdu seorang pemuda. Diakhir cerita, permainan air mancur, sinar laser dan animasi tokoh tokoh cerita silih ganti bermunculan dan sesekali letupan bola api melambung ke udara. Pertunjukan songs of The sea akan membuat si kecil terpana tak berkedip mata saat menyaksikannya.

Berkeliling kota dengan MRT
berkeliling dengan MRT
Selain mengunjungi tempat-tempat wisata, ada baiknya anda mengajak si kecil berkeliling kota dengan menaiki MRT. Si kecil akan belajar budaya setempat mengenai aturan mengantri, tidak minum dan makan didalam transportasi umum dan merasakan sensasi moda transportasi darat yang belum ada di Indonesia.

Bugis Street
Pusat belanja oleh-oleh murah meriah di Singapura. Kali ini biarkan si kecil membeli beberapa cinderamata untuk teman-teman terdekatnya. Aneka gantungan kunci, magnetic fridge, thematic playing card (kartu permainan bergambar kota singapura) dan kaos dapat anda beli dengan harga yang murah.

Orchard Road
Sebetulnya ini bukan kawasan khusus untuk anak-anak, tetapi tidak ada salahnya mengajak si kecil melihat lokasi yang terkenal dengan butik-butik brandednya. Ini akan memperkaya wawasan si kecil akan keanekaragaman tingkat perdagangan mulai dari kelas Bugis street hingga sekelas Orchard Road.

Tips lain yang perlu diperhatikan oleh para Ayah dan Bunda yang akan mengajak buah hatinya berpetualang di Singapura adalah menyiapkan mental si kecil untuk mau sedikit lelah berjalan kaki. Tidak seperti di Jakarta yang punya banyak alternatif moda transportasi jarak dekat seperti becak, angkot atau ojek, di Singapura orang harus mau berjalan kaki sedikit untuk mencapai lokasi tujuan. Bagusnya pedestrian di Singapura benar-benar didesain untuk kenyamanan pejalan kaki. Ruang yang lebar dan dipayungi oleh pohon-pohon besar. Bahkan jalur menuju antar stasiun MRT didesain dengan pendingin udara yang sejuk dan dihiasi oleh aneka wall paper cantik untuk background berfoto si kecil.

Setelah mental si kecil siap untuk berjalan kaki, maka siapkan aneka makanan ringan untuk si kecil saat beristirahat dan minuman dalam kemasan botol. Di Singapura banyak terdapat fasilitas water tab yang dapat diminum langsung dari kerannya. Jadi kalau air minum anda habis, tinggal mengisi ulang di setiap water tab yang tersedia.Terakhir yang juga sangat penting adalah hand sanitizer. Biasakan si kecil untuk membersihkan tangannya dengan hand sanitizer sebelum melakukan aktifitas makan untuk mencegah kuman masuk kedalam perutnya.

Nah selamat berpetualang dengan si kecil di negeri singapura! Jangan lupa pastikan anda membawa kartu memory tambahan karena akan banyak sekali spot-spot menarik untuk diabadikan bersama buah hati kesayangan anda.







Kamis, 17 November 2011

Terdampar di Singapura

Merlion Statue
(Pic. courtessy of Armaidy)
Setelah dua kali reschedule tiket yang sudah dibeli sejak kuda gigit besi (baca: lama banget), akhirnya mau gak mau awal Oktober saya harus berangkat juga ke Singapura. Teman perjalanan yang sedianya ikut serta (iih basi banget yaa bahasanya) mendadak ada meeting sore itu sampai malam daaann...dengan sangat terpaksa membatalkan kepergiannya, ditambah baru tahu juga kalau dirinya sedang hamil muda. Tadinya sih mau cancel juga, tapi bisa-bisa diamuk dua orang teman lainnya yang sukses dikomporin untuk rubah tujuan liburannya dari Belitung ke Singapura hihihii.....maaf ya teman, tapi gak nyesel kan lo ikut kesini.

Hari pertama saya mengunjungi Museum China Town. Museum ini menceritakan bagaimana bangsa China bisa mendarat di Singapura. Kebanyakan dari para pendatang datang dengan menggunakan perahu dan bekal seadanya. Luar biasa banget perjuangan mereka untuk bisa sampai di Singapura dan bertahan hidup. Dari China Town saya berjalan ke arah Clarke Quay untuk mencoba River Cruise. Bagus juga meskipun gak sebagus River Cruise di Bangkok. Selama perjalanan, wisatawan diputarkan film tentang sejarah sungai Singapura dan asal muasal daerah sekitar sungai Singapura yang dahulu merupakan pusat perdagangan. Kafe-kafe yang ada disepanjang sungai Singapura dahulunya merupakan gudang-gudang perdagangan.

Makan siang di Mc Kenzie Rex di Prinse St. bareng 4 orang sahabat saya. Dua diantaranya permanent stay di Singapura, jadi urusan jalan-jalan gak usah khawatir sudah ada pemandu yang handal. Selesai makan siang, Marina Bay Sand jadi tujuan selanjutnya. Awalnya kita mau buka kamar disini tapi berhubung waktunya cuma sebentar dan dua orang sahabat saya baru pertama kali ke Singapura, rasanya sayang juga kalau waktunya habis di Marina Bay Sand saja. Sebelum makan malam, kami sempat mampir ke China Town buat cari oleh-oleh. Urusan cari oleh-oleh ternyata gak cukup sejam aja, karena sahabat saya ini galau banget kalau gak bisa menemukan oleh-oleh yang pas buat teman-teman dekatnya di kantor, plus sogokan buat bos atas terbitnya ijin "sakit" :p 

Ingin mencoba berbagai macam masakan suku etnis yang ada di Singapura? cobain deh datang ke Lau Pa Sat. Disini digelar aneka macam makanan khas berbagai suku etnis yang tinggal di Singapura. Mulai dari masakan India, Malaysia, China hingga Singapura sendiri. Malam itu kami mencoba makanan hampir dari semua negara. Hasilnya, kenyang gak jelas hahahahaa....

Keesokan harinya kami sarapan di Kampong Gelam, mie rebusnya enaaaak...kuahnya seperti kare gitu agak-agak kental penuh bumbu dengan perasan jeruk lemon cui. Rasanya manis, gurih, asem segeeerr. Di Kampong Gelam, terdapat Masjid Agung (lupa namanya) dan waktu kami kesana, pas lagi ada yang menikah. Jadi kami sempat lihat sedikit prosesi si cowok datang ke Masjid untuk menemui ceweknya. Mirip-mirip adat Melayu, diiringi gambus dan shalawat nabi. Disekitar Kampong Gelam juga ada museum Melayu yang sayangnya saat itu sedang tutup karena dalam renovasi.

Dari Kampong Gelam kami menuju Kuil Kaarakuikudi. Kuil ini merupakan tempat ibadah bagi orang India yang memeluk agama Hindu yang vegetarian maupun non vegetarian. Saya baru tahu kalau kuil itu ada yang dibedakan berdasarkan vegetarian dan non vegetarian. See, selalu ada hal baru setiap kali kita pergi travelling baik itu didalam negeri maupun diluar negeri. Hari itu sedang ada perayaan Diwali kalau gak salah sih, jadi kuil lumayan ramai dikunjungi. Dan etika mengunjungi tempat ibadah adalah tidak mengambil foto didalam tempat ibadah, hal tersebut dilakukan untuk menghormati pengunjung yang sedang melakukan ibadah.

Kata orang ke Singapura kalau belum datang ke Orchard Road belum sah! jadi, untuk mensahkan kedatangan dua orang sahabat saya yang baru pertama kali ke Singapura, kami sempatkan datang kesana. Belanja-belanja sedikit habis itu cuss berangkat lagi ke....Universal Studio! Tempat ini sih sebetulnya lebih cocok untuk abege-abege tanggung yang masih senang dengan permainan pacu jantung. Untuk kami-kami yang sudah sedikit lebih dewasa *uhukk* sepertinya kurang pas. oya, bocoran aja nih buat yang mau jalan-jalan ke Universal Studio, cek dulu jadwal 50% off tiket masuknya yang biasanya diadakan pada hari Jumat (gak setiap minggunya). Lumayan kan potongan harganya.

Sambil menunggu jadwal Song of Sea yang mulai pukul 7 malam, kami pilih muter-muter sekitar Sentosa aja. Sempat nyoba masuk ke Kasino yang ada disitu. Untuk turis masuknya gratis dengan memperlihatkan passpor, untuk lokal dan permanent stay kena charge 100 dollar Sin. Berhubung salah satu teman saya yang sudah permanent stay disana adalah exclusive member Kasino, jadi dia bisa masuk tanpa bayar. Didalam Kasino cuma lihat-lihat aja sih, gak ada keinginan untuk nyobain. Takut gak bisa balik ke Indonesia hahahaha...

Ini kedua kalinya saya menyaksikan pertunjukan Song of The Sea dan gak pernah merasa bosan. Teknik dan special effect yang digunakan untuk memunculkan sinar laser, gambar, letupan api sampai hembusan air mancurnya bener-bener baguuuusss banget. Jadi berhayal kira-kira di Ancol bisa gak yah dibuat seperti itu? kalau bisa, kan gak usah jauh-jauh ke Singapura hanya untuk melihat pertunjukan seperti itu.

Jalan-jalan hari itu ditutup dengan berfoto di depan Merlion, ini wajib hukumnya buat turis yang datang ke Singapura daaan makan durian! saya yang biasanya tahan dari godaan durian, malam itu bobol pertahanannya. Eh lupa, masih ada nasi lemak Ponggol yang kedainya terletak di Tanjung Katong menanti giliran. nasi lemaknya lekkeerrrr! Malam itu saya agak-agak gak bisa tidur sih karena kekenyangan. Benar-benar hari yang luar biasa. Capeknya....dan senangnya. Selalu senang bisa bertemu dengan sahabat-sahabat terbaik dan kesenangannya menjadi ganda karena sambil jalan bareng-bareng.

Akhirnya, tanggal 10 Oktober 2011 waktunya pulang lagi ke Indonesia. Kembali ke rutinitas masing-masing. Ada yang sibuk dengan trainingnya, sibuk di departemen HRD, sibuk ngurus eventnya, sibuk dengan program-program komputer dan kesibukan sebagai Ratu rumah tangga. Terimakasih banyak Sanny dan Ikhsan for being such good hosts. We really had a great time. Kapan-kapan kita jalan bareng lagi yaaa...

Oya, selama di Singapura saya terkesan banget sama pemerintahya yang perduli dengan fasilitas umum. Manjain banget warganya. Setiap malam minggu ada pertunjukkan light and water spectacular yang bisa ditonton secara gratis. Warganya juga tertib banget buang sampah pada tempatnya, tidak meludah sembarangan (ini yang paling sering dijumpai di Indonesia), dan tidak menyeberang sembarangan (yang ini sudah lumayan tertib di Indonesia). Banyak sekali tempat-tempat publik yang bisa dijadikan tempat berwisata gratis. Bahkan jembatan pun asik buat kongkow-kongkow bareng karena bentuknya yang futuristik banget (jembatan ini terdapat didekat Marina Bay Sand). Tempat buat duduk-duduk santai tersebar diberbagai tempat. Meski Singapura negara yang modern, tapi tetap memikirkan penghijauan dan ruang terbuka untuk warganya, salut deh. Di Jakarta, lahan kosong sedikit langsung diisi sama lapak kaki lima, bahkan pedestrian hak pejalan kakipun tertindas oleh kepentingan berdagang, ironiiiisss....

Banyak hal-hal yang seharusnya bisa diterapkan di Indonesia, seperti River Cruise yang di Clarke Quay. Kayaknya sungai Ciliwung bisa juga tuh membuat River Cruise juga asalkan sampah-sampahnya dibersihkan. Konon, sungai di Singapura dahulu juga penuh sampah dan bau. Perlu waktu 10 tahun untuk mengangkat sampah-sampah dari sungai dan menghilangkan baunya. Tahun 2009 saya ke Clarke Quay sungainya masih agak-agak bau. Tapi kemarin sepertinya gak tercium lagi tuh. Jadi mikir, berapa lama ya waktu yang diperlukan untuk membersihkan kali Ciliwung.

Semoga kita bisa belajar banyak dari negara-negara yang lebih maju. Ambil yang baik-baiknya dan tinggalkan yang buruknya. Asik juga kan kalau ada gondola diatas kali Ciliwung atau danau Sunter.

Beberapa foto-foto hasil jalan-jalan selama di Singapura  bisa dilihat di http://www.flickr.com/photos/aprilianti/sets/72157627795570821/ semua foto adalah hasil karya Armaidy. Di Singapura yang narsis berfoto, pencinta, penikmat dan penggila fotografi bisa puas menyalurkan bakatnya. Sekedar pesan aja nih, kalau jalan-jalan di Singapura jangan lupa bawa selalu charger kameranya. Karena sudah bisa dipastikan, kamera bakalan drop baterainya saking banyak spot-spot bagus untuk difoto.