| Tangkuban Parahu |
Pagi itu langit terlihat cerah. Aahh sampai juga saya di Tangkuban Parahu. Salah satu obyek wisata terkenal di Bandung Utara. Tangkuban Parahu salah satu gunung yang terletak di provinsi Jawa Barat, Indonesia. Sekitar 20 km ke arah utara Kota Bandung, dengan rimbun pohon pinus dan hamparan kebun teh di sekitarnya, gunung Tangkuban Parahu mempunyai ketinggian setinggi 2.084 meter.
Asal-usul Gunung Tangkuban Parahu dikaitkan dengan legenda Sangkuriang, yang dikisahkan jatuh cinta kepada ibunya, Dayang Sumbi. Untuk menggagalkan niat anaknya menikahinya, Dayang Sumbi mengajukan syarat supaya Sangkuriang membuatkan danau dengan membendung sungai Citarum sekaligus membuatkan perahu dalam semalam. Ketika usahanya gagal, Sangkuriang marah dan menendang perahu itu, sehingga mendarat dalam keadaan terbalik. Perahu inilah yang kemudian membentuk Gunung Tangkuban Parahu
Tiket masuk ke kawasan wisata Tangkuban Parahu seharga tiga belas ribu rupiah/orang dan sepuluh ribu/kendaraan. Tangkuban Parahu tidak pernah membosankan buat saya. Tanda kebesaran Tuhan Yang Maha Besar dan selalu membuat kagum akan kebesaran-NYA.
Selain Tangkuban Parahu saya juga mengunjungi obyek wisata lainnya yang terkenal di Bandung, Kawah putih yang terletak di Bandung Selatan. Satu lagi maha karya luar biasa dari Sang Pemilik kehidupan. Tempat ini merupakan tempat wisata favorit untuk berfoto baik pribadi, pre wedding ataupun fotografer profesional.
Saat berkunjung ke Kawah Putih, senja mulai turun dikaki kawah. Pemandangan diatas kawah putih gak bisa terlukiskan dengan kata-kata. Luar biasa indahnya. Perpaduan warna air yang biru kehijauan, asap putih kawah, ditambah dengan langit senja yang mulai kemerah-merahan. Rasanya gak ingin turun cepat-cepat dari sana. Senja yang paling berkesan buat saya. Apalagi malam itu ternyata bulan purnama, bulat utuh...cantik sekali. Aaah, gak kebayang pemandangan indah di kawah putih malam itu. Sayang, kawah putih tidak dibuka dimalam hari.
Sebagai obyek wisata, sayangnya kawah putih mematok harga terlalu tinggi. Seratus lima puluh ribu/ kendaraan pribadi dan enam belas ribu/ orang. Harga ini tidak diimbangi dengan fasilitas dan kenyamanan yang memadai. Bagi kendaraan pribadi, masih harus mengeluarkan uang parkir liar sebesar lima ribu rupiah. Mahalnya harga tiket masuk kendaraan di kawasan wisata Kawah Putih ini banyak dikeluhkan oleh masyarakat. Saya cukup beruntung hari itu mendapatkan potongan diskon 30% dari tarif umum karena tanggal 17 April 2011, Kawah Putih sedang merayakan hari jadinya. Bagi pengunjung yang tidak menggunakan kendaraan pribadi dapat menggunakan ontang anting (angkutan umum) seharga tiga puluh ribu termasuk tiket masuk. Pengelolaan obyek wisata Kawah Putih perlu diperhatikan oleh pemkab Bandung, khususnya untuk fasilitas dan kalau bisa sih revisi harga tiket masuk kendaraannya. Rasanya harga ini terlalu tinggi dibandingkan kawasan wisata Tangkuban Parahu misalnya yang jauh lebih murah dan tertib pengelolaan fasilitas.
Seharusnya obyek wisata lokal dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat agar keindahan alam negeri sendiri dapat dinikmati. Jangan sampai wisawatan lokal lebih mengenal obyek wisata luar daripada negeri sendiri atau wisatawan asing lebih mengenal wisata Indonesia dibandingkan kita sendiri.